Maret 1, 2026

Suka Duka Pengabdian Kepsek SMPN 2 Kerumutan: 50 Kilometer Menembus Hutan Demi Pendidikan

IMG_20260209_140817

CAKAPLA.COM, KERUMUTAN, Menjadi kepala sekolah di wilayah terpencil bukanlah tugas ringan. Tantangan geografis, keterbatasan fasilitas, hingga risiko keselamatan menjadi bagian dari keseharian. Hal inilah yang dirasakan langsung oleh M. Ridwan, Kepala SMP Negeri 2 Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, dalam menjalankan pengabdiannya di dunia pendidikan.

Hampir setiap hari, M. Ridwan harus menempuh perjalanan kurang lebih 50 kilometer, melintasi hutan dan hamparan perkebunan kelapa sawit, demi sampai ke sekolah tempat ia mengabdi. Medan yang berat dengan kondisi jalan yang tidak selalu bersahabat menjadi duka tersendiri. Saat musim hujan, jalan berlumpur dan licin kerap memperlambat perjalanan, bahkan membahayakan keselamatan.

Risiko itu bukan sekadar cerita. M. Ridwan pernah mengalami kecelakaan ditabrak mobil, yang mengakibatkan sepeda motornya rusak. Karena lokasi kejadian jauh dari pemukiman dan tidak ada bengkel di sepanjang perjalanan, ia terpaksa mendorong sepeda motor hingga sampai ke sekolah. Sebuah peristiwa yang menggambarkan betapa besar pengorbanan yang harus ia lalui demi menjalankan tanggung jawabnya sebagai pendidik.

Namun, di balik semua duka tersebut, tersimpan suka yang tak ternilai. Setibanya di sekolah, senyum tulus para siswa dan semangat para guru menjadi obat lelah paling ampuh. Bagi M. Ridwan, melihat anak-anak di pelosok daerah tetap bisa mengenyam pendidikan yang layak adalah kebahagiaan yang mampu menghapus seluruh penat perjalanan.

Jarak dan medan bukan alasan untuk menyerah,” prinsip itulah yang terus ia pegang. Dedikasi, tanggung jawab, serta panggilan hati sebagai pendidik membuatnya tetap konsisten menjalankan tugas, meski harus mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kenyamanan pribadi.

Pengabdian M. Ridwan juga mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat. Menurut mereka, selama kurang lebih lima tahun menjabat sebagai kepala sekolah, SMPN 2 Kerumutan mengalami banyak kemajuan signifikan. Salah satunya terlihat dari lingkungan sekolah yang kini tertata rapi dan lebih layak.

Perubahan nyata juga dirasakan para siswa. Jika sebelumnya anak-anak harus pergi ke hutan untuk buang air besar karena keterbatasan fasilitas, kini kondisi tersebut telah berangsur berubah dengan tersedianya sarana yang lebih manusiawi dan layak. Hal ini menjadi bukti nyata adanya peningkatan kualitas lingkungan sekolah di bawah kepemimpinan M. Ridwan.

Pengabdian M. Ridwan menjadi cermin bahwa pendidikan di daerah terpencil tetap hidup berkat orang-orang yang bekerja dengan ketulusan, keikhlasan, dan semangat juang tinggi. Perjalanan 50 kilometer menembus hutan bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol keberanian dan pengorbanan demi mencerdaskan generasi penerus bangsa.

(OLO)