Tanaman Jagung Masuki Usia 29 Hari, Bhabinkamtibmas Lakukan Monitoring dan Penyemprotan Hama
Pangkalan Kerinci – Bhabinkamtibmas Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Polsek Pangkalan Kerinci, Aipda Binton Manurung melakukan pengecekan pertumbuhan tanaman jagung pipil sekaligus penyemprotan racun hama di lahan Kelompok Tani Asta Cita Km 55, Selasa, 2 Juni 2026.
Kegiatan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di lahan pertanian seluas kurang lebih tiga hektare yang berada di Jalan Lintas Sumatera Km 55, RT 003 RW 004, Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.
Dalam kegiatan tersebut, Aipda Binton Manurung memantau perkembangan tanaman jagung pipil yang ditanam pada 4 Mei 2026. Saat ini usia tanaman telah mencapai 29 hari setelah tanam (HST) dengan tinggi rata-rata sekitar 40 hingga 45 sentimeter.
Jagung yang dibudidayakan oleh Kelompok Tani Asta Cita Km 55 menggunakan benih jagung hibrida NK 6172 Perkasa dan ditanam pada lahan jenis mineral. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, pertumbuhan tanaman terpantau baik dan belum ditemukan kendala yang berarti.
Selain melakukan penyemprotan untuk mengantisipasi serangan hama, Bhabinkamtibmas juga melakukan monitoring terhadap perawatan rutin tanaman yang dilakukan kelompok tani. Langkah ini bertujuan menjaga kondisi tanaman tetap optimal hingga memasuki fase pertumbuhan berikutnya.
Dalam pelaksanaannya, Polsek Pangkalan Kerinci juga berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat guna memastikan setiap tahapan pengelolaan lahan berjalan sesuai dengan standar budidaya yang dianjurkan.
Aipda Binton Manurung turut memberikan pendampingan kepada kelompok tani, termasuk menjembatani kebutuhan petani dengan pihak terkait, terutama mengenai sarana produksi pertanian dan teknis budidaya jagung pipil.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengawasan dan pendampingan rutin yang dilakukan Bhabinkamtibmas terhadap kelompok tani di wilayah binaannya. Hasil monitoring selanjutnya akan dilaporkan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan masukan untuk program pembinaan pertanian ke depan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.
