Klarifikasi Kepala SMAN 1 Pangkalan Kuras: Berita Dana BOS Dinilai Tidak Berimbang dan Tanpa Konfirmasi
PELALAWAN — CAKAPLA. COM, Kepala SMAN 1 Pangkalan Kuras, Dewi Fitri, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai dugaan permasalahan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang menyebut adanya pembayaran honor, belanja sarana dan prasarana, serta penggunaan anggaran yang disebut melebihi pagu.
Kepala SMAN 1 Pangkalan Kuras menyayangkan pemberitaan tersebut karena menurutnya, pihak sekolah tidak pernah dikonfirmasi terlebih dahulu sebelum berita diterbitkan.
“Kalau ada hal yang ingin ditanyakan atau diklarifikasi, saya welcome. Silakan datang langsung ke sekolah dan tanyakan kepada saya. Saya terbuka untuk memberikan penjelasan sesuai data yang ada,” ujar Dewi Fitri.
Menurutnya, pemberitaan yang menyangkut pengelolaan Dana BOS seharusnya terlebih dahulu memberikan ruang kepada pihak sekolah untuk memberikan penjelasan, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat menjadi berimbang, utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menutup diri terhadap wartawan maupun media.
“Saya welcome terhadap media. Kalau ada hal yang ingin ditanyakan, datang saja langsung dan konfirmasi kepada saya. Saya berteman baik dengan wartawan dan tidak pernah alergi terhadap kritik maupun pemberitaan. Tetapi kalau ada informasi yang belum dikonfirmasi kepada saya kemudian langsung diberitakan sebagai dugaan penyimpangan, tentu saya perlu memberikan klarifikasi,” tegasnya.
Terkait angka-angka yang disebutkan dalam pemberitaan, pihak sekolah meminta agar seluruh data tersebut diperiksa dan dikonfirmasi terlebih dahulu dengan dokumen serta realisasi anggaran yang sebenarnya. Menurutnya, angka dalam suatu dokumen anggaran tidak dapat langsung dijadikan kesimpulan bahwa telah terjadi penyimpangan, tanpa melihat konteks, sumber dana, tahapan pencairan, jenis belanja, dokumen pertanggungjawaban, serta ketentuan yang menjadi dasar penggunaannya.
Pihak sekolah juga menegaskan bahwa apabila terdapat pihak yang mempertanyakan pengelolaan Dana BOS, sekolah siap memberikan penjelasan dan menunjukkan data yang memang dapat dibuka sesuai ketentuan.
“Kami tidak keberatan jika ada yang ingin melakukan pengecekan. Silakan datang, tanyakan langsung kepada kami, dan kita lihat bersama data serta dokumennya. Kami terbuka untuk klarifikasi dan pemeriksaan.”
Kepala sekolah berharap media dapat menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dengan tetap mengedepankan konfirmasi, keberimbangan, dan akurasi informasi sebelum sebuah dugaan dipublikasikan kepada masyarakat.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak SMAN 1 Pangkalan Kuras berharap masyarakat tidak langsung mengambil kesimpulan sebelum memperoleh informasi dari seluruh pihak yang terkait.
“Kami menghormati kerja jurnalistik dan kritik dari media. Namun, kami juga berharap sekolah diberikan kesempatan untuk menjelaskan fakta yang sebenarnya. Kalau memang ada yang ingin ditanyakan, silakan datang dan konfirmasi langsung kepada saya,” tutup Dewi Fitri.
