Agustus 22, 2026

Polisi dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla 5 Hektare di Kerumutan Pelalawan

IMG-20260816-WA0074

PELALAWAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua titik di wilayah Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu, 16 Agustus 2026. Tim gabungan dari Polsek Kerumutan, Polres Pelalawan, regu pemadam kebakaran perusahaan (RPK), KTPA, dan masyarakat dikerahkan untuk melakukan pemadaman serta pendinginan.

 

Kegiatan pemadaman berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Total lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare.

 

Titik pertama berada di Lingkungan Air Kuning, Kelurahan Kerumutan. Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut berupa semak belukar milik masyarakat dengan luas sekitar 2,5 hektare.

 

Lokasi kedua berada di Dusun Telayap, Desa Pangkalan Tampoi. Kebakaran terjadi di lahan gambut yang ditanami tanaman sawit berusia sekitar 20 tahun milik masyarakat. Luas lahan yang terdampak juga diperkirakan sekitar 2,5 hektare.

 

Jarak lokasi kebakaran dari Polsek Kerumutan menuju Lingkungan Air Kuning sekitar 25 kilometer. Sedangkan jarak menuju Dusun Telayap mencapai sekitar 30,8 kilometer.

 

Dalam penanganan karhutla tersebut, sebanyak 25 personel Polri gabungan dikerahkan. Mereka berasal dari Polsek Kerumutan, Polsek Pangkalan Kuras, Polsek Pangkalan Lesung, dan Polsek Ukui.

 

Selain personel kepolisian, pemadaman juga melibatkan 30 anggota RPK PT GH, 21 anggota RPK PT SLS, empat anggota RPK PT Arara Abadi, lima anggota KTPA, serta 10 warga.

 

Tim menggunakan 12 unit Ministrike, satu unit mesin besar Motoyama, dan dua unit excavator milik PT GH. Excavator digunakan untuk membuat sekat bakar di sekitar lokasi kebakaran guna mencegah api meluas.

 

Upaya penanganan dilakukan dengan pemadaman langsung, pendinginan, serta pembuatan sekat bakar di sekeliling titik api.

 

Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Cuaca yang sangat panas disertai angin kencang membuat api sulit dikendalikan. Selain itu, sumber air di sekitar lokasi juga terbatas.

 

Hingga kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WIB, sejumlah titik api masih menyala dan menghasilkan asap tebal. Tim gabungan terus melakukan upaya penanganan untuk mencegah kebakaran meluas.

 

Kapolsek Kerumutan IPTU Budi Santoso mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan karhutla tersebut.

 

“Kami mengapresiasi kekompakan seluruh unsur RPK perusahaan, KTPA dan masyarakat yang bersama-sama turun ke lapangan. Kondisi lahan gambut memang sulit dipadamkan, apalagi ditambah cuaca panas. Kami terus mengimbau agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat luas.”

 

Budi mengatakan sinergitas antara kepolisian, perusahaan, KTPA, dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mencegah serta menangani karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut.

 

Polres Pelalawan, kata dia, akan terus meningkatkan patroli dan sosialisasi sebagai langkah pencegahan karhutla di wilayah yang dinilai rawan.

 

Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Pencegahan sejak dini dinilai penting mengingat kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api, terutama di kawasan lahan gambut.

 

Dengan sinergitas antara Polri, perusahaan, dan masyarakat, penanganan serta pencegahan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas dan mengganggu lingkungan maupun aktivitas masyarakat.