Panen Raya Jagung di Ukui, Polsek Ukui Dorong Swasembada Pangan
PELALAWAN – Polsek Ukui bersama kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian serta mitra perusahaan melaksanakan Panen Raya Jagung Pipil Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Desa Kampung Baru, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian masyarakat di wilayah Kecamatan Ukui.
Panen raya tersebut dipimpin langsung Kapolsek Ukui AKP Mike Kurniawan, S.H., M.H., dan dihadiri perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ukui, Pemerintah Desa Kampung Baru, Bhabinkamtibmas, manajemen PT Inti Indosawit Subur, PT Gandaerah Hendana serta kelompok tani.
Dua kelompok tani yang mengikuti panen kali ini yakni Kelompok Tani Sukses Bersama dan Kelompok Tani Sumber Rejeki, yang masing-masing mengelola lahan seluas 2 hektare dengan pola tanam tumpang sari.
Kelompok Tani Sukses Bersama yang bermitra dengan PT Inti Indosawit Subur melakukan penanaman pada 18 Mei 2026 dan panen pada 21 September 2026. Dari lahan tersebut diperoleh hasil sekitar 600 kilogram jagung pipil.
Sementara itu, Kelompok Tani Sumber Rejeki yang bermitra dengan PT Gandaerah Hendana memperoleh hasil panen sekitar 900 kilogram jagung pipil dari lahan yang juga memiliki luas 2 hektare.
Dengan demikian, total hasil panen jagung pipil Kuartal II Tahun 2026 dari kedua kelompok tani tersebut mencapai 1.500 kilogram atau 1,5 ton.
Kapolsek Ukui AKP Mike Kurniawan mengatakan, kegiatan panen raya tersebut merupakan bentuk sinergi antara kepolisian, kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian dan pihak perusahaan dalam mendukung ketahanan serta swasembada pangan di wilayah Kecamatan Ukui.
“Panen ini merupakan hasil kerja bersama. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga produktivitas pertanian masyarakat semakin meningkat dan program swasembada pangan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Mike.
Meski demikian, hasil panen pada Kuartal II Tahun 2026 belum maksimal. Sejumlah kendala dihadapi petani selama masa budidaya, terutama kondisi cuaca panas ekstrem dan kemarau panjang, rendahnya curah hujan, pertumbuhan tanaman yang tidak seragam, serta serangan hama yang menyebabkan sebagian tanaman mengalami gangguan pertumbuhan.
Perwakilan BPP Kecamatan Ukui bersama kelompok tani dan para pihak terkait diharapkan dapat terus melakukan evaluasi serta mencari langkah budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan dan cuaca, sehingga hasil produksi pada periode tanam berikutnya dapat meningkat.
Kegiatan panen raya kemudian dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.
