Maret 1, 2026

Aktivitas Mafia BBM di SPBU Nomor 14.284.633 Kota Pangkalan Kerinci Makin Menggila Kinerja Polres Pelalawan Dipertanyakan

IMG_20251203_095514

CAKAPLA.COM, Pangkalan Kerinci – Praktik pelangsir BBM di SPBU nomor 14.284.633 Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau kini berlangsung seperti tanpa hukum.

Antrean kendaraan memakai tangki modifikasi, dan aksi borong BBM subsidi makin terbuka dilakukan, seolah SPBU berubah menjadi “surga” bagi para pemain minyak ilegal.

Masyarakat geram karena fenomena ini dianggap sebagai bukti bahwa Polres Pelalawan terkesan mandul dalam memberantas mafia BBM. Razia hanya sesekali, efek jera nyaris tak ada, sementara para pelangsir kembali beroperasi dalam hitungan jam.

Warga menilai kondisi ini sudah di luar batas. Publik bahkan mempertanyakan apakah aparat benar-benar serius, atau justru hanya menonton ketika minyak subsidi dikuasai kelompok tertentu.

“Kalau seperti ini terus, sama saja mafia BBM yang mengatur daerah, bukan aparat,” keluh warga yang resah melihat antrean pelangsir mengular setiap hari.
Situasi ini membuat masyarakat merasa dipermainkan. BBM subsidi yang seharusnya untuk rakyat malah dikuasai para pelaku penimbunan, sementara warga biasa harus antre panjang dan sering kehabisan.

Kritik terhadap APH semakin keras :
Jika Polres Pelalawan tidak mau atau tidak mampu menertibkan jaringan penyalahgunaan BBM ini, maka kepercayaan publik akan runtuh total.
Yang dibutuhkan bukan lagi himbauan atau razia formalitas, tetapi tindakan besar-besaran untuk memutus mata rantai pelangsir, pengepul, dan aktor-aktor yang bermain di belakang layar.

Pertamina juga diduga gagal total dalam melakukan pengawasan terhadap SPBU NAKAL. Masyarakat menuntut evaluasi total terhadap mekanisme pengawasan Pertamina, termasuk penindakan terhadap SPBU yang diduga membiarkan praktik pelangsiran terjadi. Tanpa langkah tegas, jaringan penyalahgunaan BBM subsidi akan terus merugikan rakyat dan mencoreng nama PERTAMINA.

Imam sang Big Boss Minta BBM terus melenggang kangkung dalam menjalankan usaha ilegal nya tanpa halangan. Kondisi ini semakin memperburuk tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja Polres Pelalawan.