Maret 1, 2026

BBM Ilegal Asal Jambi Kian Terang-terangan, Modus Truk Disamarkan, APH dan Pertamina Kembali Disorot

IMG_20251215_234018

CAKAPLA.COM – PELALAWAN, Peredaran bahan bakar minyak (BBM) ilegal yang diduga berasal dari Provinsi Jambi dan Sumsel semakin mengkhawatirkan. Aktivitas tersebut tidak hanya marak, namun terkesan berlangsung aman dan lancar, seolah tanpa hambatan berarti dari aparat penegak hukum (APH). Lemahnya penindakan serta pengawasan distribusi BBM oleh Pertamina pun kembali menjadi sorotan publik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, distribusi BBM ilegal ini dilakukan dengan berbagai modus untuk mengelabui pengawasan. Truk yang digunakan diduga merupakan kendaraan tangki yang disamarkan menyerupai pengangkut crude palm oil (CPO). Selain itu, pelaku juga disebut menggunakan truk jenis canter yang ditutupi terpal atau tenda, serta mobil box tertutup, sehingga sulit dikenali secara kasat mata sebagai pengangkut BBM.

Tak hanya itu, warga sekitar jalur lintasan mengungkapkan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut kerap singgah dan beristirahat di titik tertentu, salah satunya di sebuah rumah makan ikan asin yang berada di jalur strategis lintas Timur dan sebuah warung di Jalan Lingkar. Truk-truk tersebut disebut berhenti cukup lama sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

“Model truknya macam-macam, ada yang seperti tangki CPO, ada juga truk ditutup tenda dan mobil box. Mereka sering berhenti di rumah makan itu, bukan sekali dua kali,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Pola distribusi yang terkesan rapi dan berulang ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, dengan modus yang relatif mudah dikenali dan jalur yang sama, aktivitas tersebut seharusnya dapat terdeteksi jika pengawasan dan patroli dilakukan secara maksimal.

Lanjut sumber tersebut kelancaran distribusi BBM ilegal ini diduga ada setoran kepada oknum APH dan bahkan disebut sebut ada oknum Wartawan yang turut serta membantu mekncarkan aksi tersebut “Kalau praktik seperti ini terus berjalan, patut dipertanyakan efektivitas penegakan hukum dan pengawasan distribusi BBM,” ujarnya.

Selain berpotensi menimbulkan kerugian negara dari sisi pajak dan subsidi, peredaran BBM ilegal juga dinilai menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat serta membahayakan keselamatan masyarakat, mengingat kualitas dan standar keamanannya tidak dapat dipastikan.

Sorotan tajam juga diarahkan kepada Pertamina sebagai badan usaha negara yang memiliki mandat strategis dalam pengelolaan dan pengawasan distribusi BBM. Publik mempertanyakan sejauh mana pengawasan dilakukan di lapangan, termasuk terhadap dugaan penyalahgunaan moda angkut dan titik-titik persinggahan yang kerap digunakan.
Masyarakat mendesak agar APH dan Pertamina tidak lagi bersikap pasif, melainkan segera melakukan penindakan tegas, menyeluruh, dan transparan, mulai dari pengawasan jalur distribusi, pemeriksaan kendaraan yang mencurigakan, hingga menelusuri jaringan distribusi BBM ilegal tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian maupun Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait maraknya peredaran BBM ilegal asal Jambi beserta modus pengangkutannya.