Kepsek SMA Negeri 2 Langgam Dikonfirmasi Bungkam, Penggunaan Dana BOS 2025 Menuai Kecurigaan
PELALAWAN – CAKAPLA.COM, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Langgam hingga kini memilih bungkam dan tidak memberikan respons atas upaya konfirmasi media CAKAPLA.COM terkait penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025.
Konfirmasi resmi telah disampaikan media melalui pesan WhatsApp pada Jumat (23/1/2026) sejak pukul 10.30 WIB. Dalam pesan tersebut, media meminta klarifikasi terkait jumlah guru honorer yang dibiayai dari Dana BOS, besaran gaji yang diterima masing-masing guru honorer, serta rincian penggunaan anggaran administrasi kegiatan sekolah.
Media juga mempertanyakan penggunaan Dana BOS tahun 20205 tahap 1 pembayaran administrasi kegiatan sekolah dengan nilai sekitar Rp150 juta dan Tahap II sekitar Rp159 juta pada tahun anggaran 2025, termasuk peruntukan serta realisasi anggaran tersebut.
Namun, meski konfirmasi telah disampaikan secara sopan dan berulang, hingga berita ini diterbitkan tidak ada satu pun balasan maupun klarifikasi dari Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Langgam.
Sikap tertutup dan tidak transparan tersebut justru menimbulkan kecurigaan di tengah masyarakat. Ketika pejabat publik yang mengelola anggaran negara enggan memberikan penjelasan, publik berhak mempertanyakan apakah pengelolaan Dana BOS telah dilaksanakan sesuai aturan atau justru menyimpan persoalan yang sengaja ditutupi.
Padahal, Dana BOS merupakan dana negara yang bersumber dari APBN dan penggunaannya wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka. Kewajiban keterbukaan informasi publik diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta petunjuk teknis (juknis) pengelolaan Dana BOS yang mewajibkan sekolah menyampaikan informasi yang benar, jelas, dan dapat diakses publik.
Ketidakresponsifan kepala sekolah terhadap konfirmasi media dinilai bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Sikap tersebut tidak hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi memicu dugaan dan spekulasi negatif terkait pengelolaan anggaran pendidikan di SMA Negeri 2 Langgam.
