Polsek Ukui Padamkan Dua Titik Hotspot di Kawasan TNTN, 1 Hektare Lahan Sawit Terbakar
PELALAWAN – Personel Polsek Ukui, Polres Pelalawan bersama TNI dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap dua titik hotspot yang terpantau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK) di wilayah Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan verifikasi dan penanganan titik panas tersebut dipimpin Kanit Binmas Polsek Ukui IPDA Donny, S.H., didampingi Ps. Kanit Samapta Polsek Ukui Aiptu Kholid Nst, S.H., Bhabinkamtibmas Desa Air Hitam Aiptu Alex Putra, S.H., serta personel Polsek Ukui lainnya.
Dua titik hotspot yang terpantau berada di kawasan Desa Air Hitam dan Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, yang merupakan satu hamparan areal rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Setibanya di lokasi, tim menemukan lahan yang terbakar berupa tanaman sawit berusia sekitar dua tahun dengan tekstur tanah mineral. Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai ±1 hektare.
Dalam penanganan tersebut, personel gabungan yang terdiri dari 7 personel Polsek Ukui, 4 personel TNI dan 9 anggota MPA langsung melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menyala.
“Kami langsung melakukan pemadaman dan pendinginan di titik yang terpantau melalui aplikasi DLK. Setelah api berhasil dipadamkan, personel juga melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran,” ujar petugas di lapangan.
Selain pemadaman, petugas juga memasang police line di sekitar lokasi serta melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kebakaran dan pihak yang menguasai lahan tersebut.
Dari hasil pengecekan sementara, lokasi kebakaran berada dalam kawasan TNTN dan diduga berada dalam penguasaan masyarakat yang telah menanami lahan tersebut dengan tanaman sawit. Identitas atau pihak yang menguasai lahan masih dalam proses penyelidikan.
Saat ini kondisi api telah padam, meskipun masih ditemukan beberapa tunggul yang mengeluarkan asap. Petugas terus melakukan pendinginan dan penyisiran di sekitar lokasi.
Kapolsek Ukui menegaskan bahwa personel akan terus melakukan monitoring melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning serta pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk mendukung proses penyelidikan.
Penanganan kebakaran tersebut tidak lepas dari sejumlah kendala di lapangan. Lokasi berjarak sekitar dua jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat dari Polsek Ukui, dengan akses menuju titik api berupa jalan berbatu dan jalan setapak. Selain itu, ketersediaan sumber air terbatas, cuaca cerah disertai angin cukup kencang, serta kondisi sinyal komunikasi yang terbatas turut menjadi tantangan bagi petugas.
Meski demikian, personel gabungan tetap melakukan upaya pemadaman dan pendinginan hingga kondisi titik api dinyatakan aman.
Polsek Ukui juga akan terus meningkatkan pemantauan titik panas melalui aplikasi DLK sebagai langkah cepat dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di wilayah hukumnya.
