Karhutla di Kerumutan Capai 969,6 Hektare, Polisi dan RPK Lakukan Pendinginan
PELALAWAN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, masih dalam penanganan. Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di kawasan Lingkungan Air Kuning dan eks PT Merbau Pelalawan Lestari (MPL), Rabu, 2 September 2026.
Lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut yang ditumbuhi semak belukar. Luas lahan terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 969,6 hektare.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, S.I.K. mengatakan kegiatan pendinginan dilakukan sejak sekitar pukul 09.00 WIB. Personel yang terlibat terdiri dari empat anggota Polri, 10 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT SLS dan 36 personel RPK PT GH.
“Tim masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali meluas,” ujar John berdasarkan laporan kegiatan di lapangan.
Upaya penanganan dilakukan menggunakan sejumlah peralatan pemadam. Tim mengoperasikan enam mesin Honda beserta slang dan satu unit mobil pemadam kebakaran milik PT GH. Selain itu, dua unit Mini Striker beserta slang milik PT SLS turut digunakan untuk mendukung pemadaman.
Namun, petugas menghadapi sejumlah kendala. Minimnya sumber air serta kondisi angin yang cukup kencang menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Angin juga berpotensi membuat titik api yang telah dipadamkan kembali menyala.
Pada pemantauan terakhir, sejumlah titik api kembali muncul di sisi selatan lokasi. Kondisi tersebut menimbulkan kepulan asap tebal sehingga tim terus melakukan pendinginan untuk mencegah penjalaran api.
Selain pemadaman, tim juga membuat embung sebagai upaya menyediakan sumber air di sekitar lokasi. Pembuatan embung dilakukan menggunakan alat berat jenis ekskavator.
Lokasi karhutla berada sekitar 25 kilometer dari Polsek Kerumutan. Akses menuju lokasi ditempuh melalui perjalanan darat.
Kondisi lahan yang merupakan kawasan gambut membuat proses penanganan membutuhkan kewaspadaan ekstra. Pendinginan dilakukan untuk memastikan bara di dalam lapisan gambut tidak kembali memicu kebakaran.
Tim gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik yang berpotensi kembali terbakar.
